UNAIR NEWS – Hasil Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) Universitas Airlangga tahun 2017, pada hari Rabu (17/1) kemarin diumumkan. Pengumuman tersebut berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 1972/UN3/2017 tertanggal 5 Desember 2017.

Dalam acara pengumuman yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan (Dirmawa) UNAIR, semua mahasiswa pemenangnya diundang semua, di Rusang Sidang Utama Rektorat UNAIR. Dalam acara ini yang dihadiri Direktur Kemahasiswaan Dr. M. Hadi Shubhan, SH., MH., CN., serta para dosen pembina kemahasiswaan.

Kepada para mahasiswa pemenang PIM, saat itu juga diberikan wejangan atau pembekalan dan petunjuk teknis serta motivasi bagaimana berproses untuk menuju kegiatan selanjutnya. Wejangan itu disampaikan oleh Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM.

PIM yang diumumkan ini baik untuk nomor Lomba Debat Bahasa Inggris, Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres), serta Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON-MIPA). Semua tingkat Universitas Airlangga.

Inti dari pengarahan Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, antara lain menjelaskan bahwa para pemenang adalah orang-orang terpilih yang memenangkan kompetisi itu. Karena ini masih di tingkat internal UNAIR dan diharapkan akan maju ke level yang lebih tinggi, maka hendaknya para calon “duta UNAIR” itu bisa mempersiapkan diri secara lebih baik.

”Kemenangan itu hadiah dari Allah SWT. Tetapi yang diberi kemenangan, biasanya mereka yang telah melewati proses lebih siap, lebih pandai, lebih matang dengan cara dan sistem yang benar. Jadi tidak bisa lepat dari maturitas (kematangan, kedewasaan – Red). Misalnya yang 100 kali berlatih secara benar tentu lebih teruji dari pada yang berlatih hanya 10 kali,” demikian Prof. Djoko Santoso.

Setelah pengumuman pemenang PIM ini, Prof. Djoko berharap kepada para pemenangnya segera berlatih mempersiapkan diri lebih baik dari yang sudah dijalani. Universitas akan memfasilitasi dan membimbing agar dalam kompetisi nanti meraih yang terbaik, sehingga akan turut menunjang reputasi lembaga universitas.

Secara individu bagi mahasiswa, reputasi tersebut juga sebagai capital (modal) untuk berbuat lebih lanjut kedepan setelah lulus. Karena itulah dalam latihan, belajar, berproses diri, dikenalkan bagaimana cara melangkah yang baik dan benar, cara menyelesaikan pekerjaan, cara menyelesaikan masalah, dan sebagainya secara terprogram dan terencana baik.

Planning yang bagus; bagaimana peluangnya, apa kendalanya, dananya bagaimana, dsb. Siapkan maturitas mental lebih baik, berusaha keras, dan tidak takabur. Jika sudah demikian, InsyaAllah juara itu tinggal menunggu waktu, ini untuk untuk di semua lomba,” demikian wejangan Prof. Djoko Santoso.

Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Shubhan menambahkan, bila mahasiswa meraih prestasi menjadi juara di suatu kompetisi, maka pada saat wisuda nanti diusulkan menjadi Wisudawan Berprestasi. Ini satu predikat membanggakan selain Wisudawan Terbaik yang dinilai dari sisi akademik.

”Itu baik pada kompetisi PIMNAS, Mawapres, ON-MIPA, debat bahasa, pekan ilmiah, dsb,” kata Hadi Shubhan. (*)

Sumber : http://news.unair.ac.id/2018/01/17/pemenang-pim-unair-diharapkan-siap-menuju-level-berikutnya/

%d bloggers like this: