Road Show Networking Dengan Alumni Sebagai Upaya Mendukung Unair Menuju Word Class University

Fakultas kesehatan Masyarakat menyelenggarakan road show temu alumni dalam rangka pengembangan kurikulum kesehatan masyarakat, sebagai salah satu upaya mendukung Unair menuju Word Class University. Setelah beberapa minggu yang lalu telah diselenggarakan temu alumni di Jakarta untuk alumni yang berdomisili di Jabotabek, maka kali ini (21 Agustus 2016) diselenggarakan temu alumni di Bojonegoro untuk alumni yang berdomisili di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Tercatat 54 alumni yang berdomisili di wilayah Bojonegoro.

“Kegiatan road show temu alumni ini pertama dalam rangka mengupdate database alumni S.KM, kedua untuk menjaring jejaring kerjasama penelitian dan kegiatan proses pembelajaran untuk mahasiswa, ketiga untuk menjaring data alumni berprestasi,” jelas Wakil Dekan III FKM Unair (Ira Nurmala, S.KM, M.PH., P.hD). Peningkatan kerjasama penelitian telah banyak dilakukan antara FKM dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, antara lain dalam bidang manajemen pengelolaan rumah sakit, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan.

“Mulai tahun 2016 ini, mahasiswa S1 kesehatan masyarakat, untuk kegiatan pembelajaran lapangan/ praktek kerja lapangan (problem based learning) untuk mahasiswa juga diselenggarakan di Kabupaten Bojonegoro berkerja sama dengan pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” jelas KPS S1 Kesehatan Masyarakat (Corie Indria Prasasti, S.KM, M.Kes).

Dalam acara temu alumni ini, satu per satu alumni diminta untuk memberikan testimoninya sebagai alumni atas peran yang telah mereka lakukan sebagai sarjana kesehatan masyarakat dalam berkarir di dunia pekerjaan mereka. “Kesehatan msyarakat adalah ilmu yang komplit, ketika bekerja saya dapat dengan mudah berdaptasi dengan semua tugas yang diberikan kepada saya, dan atasan saya sangat puas dengan pekerjaan saya. Kondisi itu membawa saya untuk dipercaya sebagai seorang Direktur Rumah Sakir Padhangan di Bojonegoro” jelas Ninik Susmiyati, S.KM (alumni S1 Kesehatan Masyarakat angatan tahun 1987).

“Untuk lebih meningkatkan jejaring dengan alumni FKM juga merencanakan road show alumni dengan bekerja sama dengan Ikatan Alumni (IKA FKM),” jelas Wakil Dekan III FKM Unair.

Peraturan Akademik

Sesuai dengan Peraturan Rektor Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Peraturan Pendidikan Universitas Airlangga menyebutkan pada pasal 39 sebagai berikut:

Pasal 39

Mahasiswa dilarang melakukan perbuatan:
a. menyontek, yaitu perbuatan yang dilakukan oleh mahasiswa secara sadar/ sengaja menggunakan atau mencoba menggunakan bahan-bahan informasi atau alat bantu studi lainnya tanpa ijin dari

Pengawas atau Penguji;
b. memalsu, yaitu perbuatan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan sengaja mengganti atau mengubah nilai atau transkrip akademik, Ijazah, KTM, tugas-tugas dalam rangka perkuliahan/tutorial/praktikum/ujian, Surat Keterangan, laporan, atau tanda tangan dalam lingkup kegiatan akademik;
c. melakukan tindak plagiat, yaitu perbuatan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan sengaja menggunakan kalimat, data atau karya orang lain sebagai karya sendiri tanpa menyebutkan sumber aslinya dalam suatu kegiatan akademik;
d. memberi hadiah dan/atau mengancam, yaitu perbuatan yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mempengaruhi atau mencoba mempengaruhi orang lain dengan maksud mempengaruhi penilaian terhadap prestasi akademik;
e. menggantikan kedudukan orang lain dalam kegiatan akademik, yaitu perbuatan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan menggantikan kedudukan atau melakukan tugas atau kegiatan untuk kepentingan orang lain atas kehendak diri sendiri;
f. menyuruh orang lain menggantikan kedudukan dalam kegiatan akademik, yaitu perbuatan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan menyuruh orang lain untuk menggantikan kedudukan atau melakukan tugas atau kegiatan baik untuk kepentingan sendiri ataupun kepentingan orang lain;

g. bekerja sama tanpa ijin saat ujian baik lisan, dengan isyarat ataupun melalui alat elektronik; atau
h. mengambil soal ujian tanpa ijin.

 

Sanksi yang akan diterima sebagai berikut:

Setiap pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 39 dapat dikenakan
sanksi berupa:
a. peringatan keras secara lisan maupun tertulis;
b. pembatalan nilai ujian bagi Mata Kuliah atau kegiatan akademik yang bersangkutan;
c. tidak lulus Mata Kuliah atau kegiatan akademik yang bersangkutan;
d. tidak lulus semua Mata Kuliah pada semester yang sedang berlangsung;
e. tidak diperkenankan mengikuti kegiatan akademik pada kurun waktu tertentu; atau
f. pemecatan/ pemberhentian atau dikeluarkan dari UNAIR.

 

Untuk informasi lebih lanjut dapat melihat pada tautan berikut ini

Download

Mendalami Insiden Keselamatan Pasien, Aldiar Lailifah Lulus Terbaik S1 FKM UNAIR

Ketertarikan mengupas permasalahan mengenai insiden keselamatan pasien tipe administrasi klinik, mengispirasi Aldiar Lailifah Kurniavip untuk menyusun skripsi dengan tema itu. Lalu, lulus menjadi wisudawan terbaik S-1 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, September 2017, tidak menjadikan Aldiar berpuas diri. Masih banyak yang ingin diraihnya setelah ini.

Perempuan Sidoarjo ini tertarik menulis penelitian skripsinya dengan judul “Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Insiden Keselamatan Pasien Tipe Administrasi Klinik di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Haji Surabaya”. Pada studinya yang tepat waktu ini, Aldiar mengupas tentang keselamatan pasien yang jadi perhatian penting dalam konteks pelayanan kesehatan.

“Sifat pelayanan kesehatan di rumah sakit itu sangat kompleks, apabila tidak disertai kerjasama multisistem maka akan mudah menimbulkan terjadinya kesalahan yang dapat membahayakan keselamatan pasien,” tutur peraih IPK 3,86 ini.

Suka dukanya menjalani perkuliahan, Aldiar mengaku dari awal menyusun proposal skripsi hingga siding, ia mengalami banyak kesulitan. Pasalnya, topik yang dipilih untuk penelitiannya sedikit sensitif dan merupakan data sangat rahasia bagi rumah sakit pada umumnya.

”Perjalanan saya untuk bisa menyusun skripsi ini bisa dibilang tidaklah mudah. Saya sempat berganti tiga kali tempat penelitian, tapi saya tidak menyerah karena saya sangat tertarik dengan topik insiden keselamatan pasien,” kata alumni SMAN 1 Sidoarjo ini.

Dari awal penelitian, ia meyakini hasil skripsinya akan bermanfaat bagi rumah sakit. Selama pengambilan data primer di RSU Haji Surabaya, banyak pelajaran yang bisa diambil, seperti belajar untuk berkomunikasi yang baik dengan tenaga kesehatan, belajar gigih dan sabar mengumpulkan data, belajar memanage waktu antara mengumpulkan data dan mengolah data, dan masih pembelajaran lainnya.

”Selain itu, perwakilan dari RSU Haji Surabaya pun mengatakan penelitian saya ini berguna bagi manajemen dalam mengevaluasi dan melakukan perbaikan terkait faktor yang cenderung berhubungan dengan insiden keselamatan pasien tipe administrasi klinik di Instalasi Rawat Inap RSU Haji Surabaya,” pungkas mantan anggota BEM FKM UNAIR ini. (*)

Penulis: Ainul Fitriya.

Editor: Nuri Hermawan, Bes

http://news.unair.ac.id

Maulana Satria Aji, Pelajar Bidikmisi Membangun Kampung Kelahirannya

Maulana Satria Aji, mahasiswa S-1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga berhasil mengubah wajah kampungnya. Daerah kelahirannya, Kelurahan Sidotopo, Surabaya kini berhasil menjadi kampung percontohan keluarga berencana Jawa Timur tahun 2016.

Aji, sapaann akrabnya, adalah pemuda berusia 20 tahun ini merupakan salah satu penerima bantuan pendidikan Bidikmisi di UNAIR. Anak sulung dari tiga bersaudara ini adalah tamatan SMA Muhammadiyah I Surabaya. Sempat terbersit untuk tidak melanjutkan kuliah. Ia merasa tanggungan orang tuanya sudah berat karena harus membiayai kedua adiknya.

Namun, ia tak lekas menyerah. Ia mendapatkan informasi dari kakak tingkat tentang bidikmisi. Inilah titik ia mulai merangkai mimpi untuk berkuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR. Dan juga, memperbaiki wajah tanah kelahirannya.

“Kampung saya terkenal dengan berbagai tindak kriminal. Dulunya, saya merasa enggan untuk berkecimpung di karang taruna. Sempat takut terbawa kebiasaan kurang baik orang-orang sekitar. Saya juga prihatin melihat teman-teman yang sebaya dengan saya terbiasa minum minuman beralkohol,” tutur Satria.

Langkah demi langkah ditapaki, ia bersama keenam temannya mengajak para ‘pentolan’ geng pengguna narkoba untuk berdiskusi. Tidak mudah membuat orang berubah. Itulah yang terbersit di pikiran Aji saat mengajak para pengguna untuk meninggalkan obat-obatan terlarang. Caci maki sudah biasa ia terima dari orang-orang sekitar.

“Awalnya mereka tidak mau diajak berubah. Bahkan saya kerap diejek karena sering main ke balai rukun warga setempat untuk mengajak mereka berubah. Dikatain sok bener lah dan sempat diludahi,” tutur Aji saat ditemui UNAIR News.

Tidak berhenti sampai disitu, Aji mengajak mereka untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan  Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur dan Badan Narkoba dan Narkotika. Setelah dikarantina selama dua minggu, mereka berubah drastis. Layaknya efek domino, dampak baik itu menyebar ke orang-orang sekitar.

Pada tahun 2016, mulailah dibentuk pusat informasi dan konseling sebagai wadah untuk berbagi permasalahan dan segala penyelesaiannya. Di tahun yang sama, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan kampungnya sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB). Perannya membangun pemuda-pemudi di kelurahan setempat mendapat apresiasi.

“Perasaan saya ketika didatangi Bu Risma sungguh sangat senang sekali. Bahkan, ada orang dari Blitar sampai menitikkan air mata melihat perjuangan kami mengubah kampung ini. Bagaimana kami rela mengajarkan dan menuntun tanpa mengharap balas jasa.” jelasnya.

Bangun kampung literasi

Di samping membangun kampungnya, Aji yang gemar menulis ini beberapa kali menjadi delegasi konferensi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Bertemu orang-orang hebat di negeri ini dan saling bertukar pikiran tentang bangsa ini. Keyakinannya dalam membangun negeri melalui komunitas pun diwujudkan dalam Komunitas Pelajar Mengajar Surabaya (KPMS).

Komunitas tersebut baru-baru ini mendapatkan penghargaan komunitas terbaik dari AIESEC. Sebagai ketua dari komunitas, ia menggagas program mengajar di Kampung Sidotopo tanpa dipungut biaya. Mereka hanya perlu ‘membayar’ dengan sampah yang kemudian dipilah untuk kerajinan. Selain di Sidotopo, KPMS juga hadir di Nginden, Tambak Wedi, dan Kampung Nelayan Sukolilo.

“Awalnya saya melihat anak-anak kecil sibuk bermain gawai dan permainan dalam jaringan di warung kopi. Saya tergerak mengajak mereka untuk mengisi waktu luang dengan belajar. Baik belajar pelajaran sekolah atau mengaji. Bahkan sebelum kegiatan pengajaran dimulai, mereka salat berjemaah yang dipimpin oleh salah satu dari anak didik KPMS,” imbuh pemilik indeks prestasi kumulatif 3,25.

Ke depannya, ia ingin membentuk kampung literasi yang saat ini sedang dirancang. Akan ada perpustakaan dan pembuatan mural. Tujuannya, untuk menumbuhkan kegemaran membaca pada seluruh tingkatan usia. Mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Tetaplah terus berkarya, Aji!

Penulis: Siti Nur Umami

Editor: Defrina Sukma S

http://news.unair.ac.id

Selalu Jalan Kaki Jadi Momen Ngangeni

Perjuangan Laila Nurayati terbayar sudah. Selalu berjalan kaki dari kos ke kampus selama menjadi mahasiswa, menjadi langkah awal Laila yang kini berhasil menyabet gelar wisudawan terbaik S-1 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga.

“Selama hampir empat tahun saya kuliah di FKM UNAIR, saya selalu jalan kaki, baik berangkat maupun pulang kuliah. Ya semua disyukuri karena ternyata momen-momen tersebut yang membuat kangen masa-masa kuliah,” kenangnya.

Perempuan kelahiran Nganjuk, 15 Oktober 1994 ini dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,76. Untuk meraih predikat itu, Laila menyelesaikan penelitiannya dengan judul “Tingkat Konsumsi Zat Gizi, Gaya Hidup dan Kadar Gula Darah Puasa Penderita Diabetes Melitus Tipe 2”.

Alasannya, jumlah penderita DM masih banyak dan terus mengalami peningkatan. “Apabila hal tersebut tidak dilakukan pengontrolan kadar gula darah, maka akan berakibat komplikasi dan efek kesehatan yang fatal,” terang Laila.

Keberhasilan Laila juga tidak bisa lepas dari trik dan berbagai cara yang ia lakukan selama kuliah. Ia berusaha fokus dan konsentrasi saat kuliah berlangsung, mencatat berbagai kegiatan serta kesibukan yang akan dilakukan, dan membuat perencanaan hidup dengan matang.

“Apabila kita ditawari oleh banyak kegiatan selama perkuliahan, harus membuat suatu prioritas yang matang. Hal ini supaya antara kegiatan selama perkuliahan dan IPK dapat berjalan secara efektif,” jelas perempuan yang hobi mendengarkan musik ini.

Selanjutnya, dalam menggapai kesuksesan, Laila selalu berpegang teguh pada motto hidupnya. Yakni doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal.

“Doa saja kurang cukup sehingga kita juga harus berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan, yang pada akhirnya kita harus berikhtiar dan tawakkal kepada-Nya. Karena semua urusan hanya Allah yang akan menentukan,” pungkas Laila. (*)

Penulis : Nuri Hermawan

Editor : Defrina Sukma S.

http://news.unair.ac.id