Sumber inspirasi dan motivasi bisa datang dari mana saja. Itu yang dirasakan Wismoyo Nugraha Putra, tiga tahun lalu. Wisudawan terbaik Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga pada wisuda awal Desember 2017 ini, masih ingat dengan masa-masa sulit saat merasa terasing dan merasa berat saat mengawali pendidikan jenjang S1-nya (Strata-1) di FKM.

Sempat ingin kembali mengikuti SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk PTN) di awal kuliahnya, penerima beasiswa dari Perusahaan Gas Nasional (PGN) ini kemudian bisa menjalani masa-masa sulit itu dengan lancar. Satu bukti konkretnya, gelar wisudawan terbaik mampu diraih Wismoyo, lulus dengan IPK 3,77.

Titik baliknya ketika semester III, saat mengikuti AIESEC. Ternyata seorang peserta dari Taiwan, yang saat itu tinggal di rumahnya, punya problem serupa, tapi ia mampu survivedan berprestasi dengan kondisi demikian.

”Kami ngobrol. Dia terbuka dan inspiratif. Jurusannya Sastra Inggris dan itu dianggap bukan passion-nya. Tapi dia bisa melewati dengan berprestasi,” ucap Wismoyo.

Kuncinya mengubah mind-set. Setiap manusia pasti memiliki masalah, terutama pendidikan. Namun bagaimana pun, kita mesti bertanggungjawab dengan semua itu. Anggap yang kita hadapi sekarang ini hal terbaik dan tepat yang diberikan Tuhan.

Sejak itu studinya lancar. IPK diatas 3,50 bisa dipertahankan, bahkan disertai aktif terlibat organisasi, kepanitiaan, dan kegiatan keilmuan lain baik dalam maupun luar negeri. Diantaranya menjadi penyaji paper International Conference on Public Health di Srilanka. Pada seminar itulah Wismoyo menemukan ide skripsinya.

Sempat sakit sebulan saat mengerjakan skripsinya yang berjudul “Hubungan Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Aktivitas Sedentari dengan Overweight di SMA Negeri 5 Surabaya”, Wismoyo cukup puas dengan capaian akhirnya. Kedepan, anak kedua dari tiga bersaudara ini ingin melanjutkan S-2 dengan target menjadi dosen.

 

Penulis : Feri Fenoria

Editor : Binti Q. Masruroh

http://news.unair.ac.id

%d bloggers like this: